Materi Pelajaran

ALAT-ALAT OPTIK


LUP (KACA PEMBESAR)

[sunting]Pembesaran bayangan saat mata berakomodasi maksimum

\!M=\frac{Sn}{f}+1
Dengan ketentuan:
  • \!M = Pembesaran
  • \!Sn = Titik dekat (cm)
  • \!f = Fokus lup (cm)

[sunting]Pembesaran bayangan saat mata tidak berakomodasi

\!M=\frac{Sn}{f}
Dengan ketentuan:
  • \!M = Pembesaran
  • \!Sn = Titik dekat (cm)
  • \!f = Fokus lup (cm)

[SUNTING]MIKROSKOP


Proses pembentukan bayangan pada mikroskop
Pembesaran mikroskop adalah hasil kali pembesaran lensa objektif dan pembesaran lensa okuler, sehingga dirumuskan:
M_{mik}=M_{ob}\times M_{ok}

Karena lensa okuler mikroskop berfungsi seperti lup, pembesaran mikroskop dirumuskan sebagai berikut:

[sunting]Pembesaran Mikroskop pada saat mata berakomodasi maksimum

M_{mik}=M_{ob}\times(\frac{Sn}{f_{ok}}+1)=(\frac{S'_{ob}}{S_{ob}})\times(\frac{Sn}{f_{ok}}+1)
Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:
d=S'_{ob}+S_{ok}=S'_{ob}+\frac{Sn\times f_{ok}}{Sn+f_{ok}}
Dengan ketentuan:
  • \!M_{mik} = Pembesaran mikroskop
  • \!M_{ob} = Pembesaran oleh lensa objektif
  • \!Sn = Titik dekat mata
  • \!f_{ok} = Jarak fokus lensa okuler
  • \!S'_{ob} = jarak bayangan oleh lensa objektif
  • \!S_{ob} = jarak benda di depan lensa objektif
  • \!d = jarak lensa objektif dan lensa okuler

[sunting]Pembesaran Mikroskop pada saat mata tidak berakomodasi

M_{mik}=M_{ob}\times \frac{Sn}{f_{ok}}=\frac{S'_{ob}}{S_{ob}}\times \frac{Sn}{f_{ok}}
Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:
d=S'_{ob}+f_{ok}\,\!
Dengan ketentuan:
  • \!M_{mik} = Pembesaran mikroskop
  • \!M_{ob} = Pembesaran oleh lensa objektif
  • \!Sn = Titik dekat mata
  • \!f_{ok} = Jarak fokus lensa okuler
  • \!S'_{ob} = jarak bayangan oleh lensa objektif
  • \!S_{ob} = jarak benda di depan lensa objektif
  • \!d = jarak lensa objektif dan lensa okuler

[SUNTING]TEROPONG BINTANG

[sunting]Pembesaran Teropong Bintang pada saat mata tidak berakomodasi

M=\frac{f_{ob}}{f_{ok}}
Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:
d=f_{ob}+f_{ok}\,\!
Dengan ketentuan:
  • \!d = Jarak lensa objektif dan lensa okuler
  • \!M = Pembesaran teropong bintang
  • \!f_{ob} = Jarak fokus lensa objektif
  • \!f_{ok} = Jarak fokus lensa okuler

[sunting]Pembesaran Teropong Bintang pada saat mata berakomodasi maksimum

M=\frac{f_{ob}}{S_{ok}}
Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:
d=f_{ob}+s_{ok}\,\!

Dengan ketentuan:
  • \!M = Pembesaran teropong bintang
  • \!f_{ob} = Jarak fokus lensa objektif
  • \!s_{ok} = jarak benda di depan lensa okuler

[SUNTING]TEROPONG BUMI

[sunting]Pembesaran Teropong Bumi

M=\frac{f_{ob}}{f_{ok}}
Dengan ketentuan:
  • \!M = Pembesaran teropong bumi
  • \!f_{ob} = Jarak fokus lensa objektif
  • \!f_{ok} = Jarak fokus lensa okuler

[sunting]Jarak lensa objektif dan lensa okuler

d=f_{ob}+4f_p+f_{ok}\,\!
Dengan ketentuan:
  • \!d = Jarak lensa objektif dan lensa okuler
  • \!f_{ob} = Jarak fokus lensa objektif
  • \!f_p = Jarak fokus lensa pembalik
  • \!f_{ok} = Jarak fokus lensa okuler

    DINAMIKA ROTASI

    TORSI

    Sebuah partikel yang terletak pada posisi r relatif terhadap sumbu rotasinya. Ketika ada gaya F yang bekerja pada partikel, hanya komponen tegak lurus F yang akan menghasilkan torsi. Torsi τ = r × F ini mempunyai besarτ = |r| |F| = |r| |F| sinθ yang arahnya keluar bidang kertas.
    Torsi atau momen gaya adalah hasil kali antara gaya F dan lengan momennya. Torsi dilambangkan dengan lambang \tau.
    \boldsymbol \tau = \mathbf{r}\times \mathbf{F}\,\!
    \tau = rF\sin \theta\,\!
    Satuan dari torsi adalah Nm (Newton meter).

    [SUNTING]MOMEN INERSIA

    Momen inersia adalah hasil kali partikel massa dengan kuadrat jarak tegak lurus partikel dari titik poros.
    I = m \times r^2
    Satuan dari momen inersia adalah kg m² (Kilogram meter kuadrat).
    Besaran momen inersia dari beberapa benda.
    BendaPorosGambarMomen inersia
    BatangsilinderPoros melalui pusatMoment of inertia rod center.pngI = \frac{1}{12}\,\!mL^2
    Batang silinderporos melalui ujungMoment of inertia rod end.pngI = \frac{1}{3}\,\!mL^2
    Silinder beronggaMelalui sumbuMoment of inertia thin cylinder.pngI = mR^2
    Silinder pejalMelalui sumbuMoment of inertia thick cylinder.pngI = \frac{1}{2}\,\!mR^2
    Silinder pejalMelintang sumbuMoment of inertia thick cylinder h.pngI = \frac{1}{4}\,\!mR^2 + \frac{1}{12}\,\!mL^2
    Bola pejalMelaluidiameterMoment of inertia solid sphere.svgI = \frac{2}{5}\,\!mR^2
    Bola pejalMelalui salahsatu garis singgungMoment of inertia solid sphere.svgI = \frac{7}{5}\,\!mR^2
    Bola beronggaMelalui diameterMoment of inertia hollow sphere.svgI = \frac{2}{3}\,\!mR^2

    [sunting]Hubungan antara torsi dengan momen inersia

    Hukum II Newton tentang rotasi
     \tau= I \times \alpha
    Keterangan:
    • I : momen inersia (kg m²)
    • α : percepatan sudut (rad/s²)
    • \tau : torsi (Nm)
    Subbagian ini akan menjelaskan tentang rumus-rumus yang digunakan pada teori relativitas khusus.


    Kecepatan A menurut Bv_{AB} = \frac {v_{AO} + v_{OB}}{1+ \frac {v_{AO} \times v_{OB}}{c^2}}

    Dengan titik O adalah sebuah acuan yang berada diantara A dan B.
    Keterangan:
    • VAB: Kecepatan benda A relatif terhadap kecepatan benda B.
    • VAO: Kecepatan benda A relatif terhadap acuan O.
    • VOB: Kecepatan benda B relatif terhadap acuan O.
    • c: kecepatan cahaya (3 x 108 m/s2)
    Ada besaran \gamma yang gunanya untuk menghitung dilatasi waktu, panjang, dan massa.
    \gamma = \frac {1} {\sqrt {1- \frac {v^2}{c^2}}}
    Dilatasi panjang:
     L = \frac {L_0} {\gamma}
    Keterangan:
    • L0: Panjang awal benda.
    Dilatasi waktu:
     t = t_0 \times {\gamma}
    Keterangan:
    • t0: waktu dalam acuan pengamat yang diam.
    • t: waktu dalam acuan pengamat yang bergerak.
    Dilatasi massa:
     m = m_0 \times \gamma
    Energi kinetik relativistik:
     E_k = (\gamma - 1) \times E_0 = (\gamma - 1) \times m_0 c^2


    TERMODINAMIKA



    Hukum Pertama Termodinamika

    Perubahan energi dalam:  \Delta U= U_2 - U_1
    Keterangan:
    •  \Delta U:Perubahan energi dalam (Joule)
    • U2:Energi dalam pada keadaan akhir (Joule)
    • U1:Energi dalam pada keadaan awal (Joule)
    Usaha yang dilakukan oleh gas pada tekanan tetap:
     W = p \times \Delta V = p \times (V_2 - V_1)
    Keterangan:
    • p: Besarnya tekanan (atm)
    •  \Delta V: Perubahan volume (liter)
    Rumus umum usaha yang dilakukan gas:  W = \int_{v_1}^{v_2} p dV
    Penghitungan energi dalam:
    • Gas monoatomik:  \Delta U = \frac {3}{2}n \times R \times \Delta T = \frac {3}{2}n \times R \times (T_2-T_1)
    • Gas diatomik:  \Delta U = \frac {5}{2}n \times R \times \Delta T = \frac {5}{2}n \times R \times (T_2-T_1)

    [sunting]Proses-proses termodinamika gas

    [sunting]Proses isobarik


    Diagram proses isobarik. Daerah berwarna kuning sama dengan usaha yang dilakukan.
    Proses isobarik adalah perubahan keadaan gas pada tekanan tetap.
    Persamaan keadaan isobarik:  \frac {V_2}{T_2}= \frac {V_1}{T_1}
    Usaha yang dilakukan pada keadaan isobarik:  W = p \times \Delta V

    [sunting]Proses isokhorik


    Digram proses isokhorik. Grafiknya berupa garis lurus vertikal karena volumenya tidak berubah. Tidak ada usaha yang dilakukan pada proses isokhorik.
    Proses isokhorik adalah perubahan keadaan gas pada volume tetap.
    Persamaan keadaan isokhorik:  \frac {p_2}{T_2}= \frac {p_1}{T_1}

    [sunting]Proses isotermis/isotermik


    Proses isotermik. Daerah berwarna biru menunjukkan besarnya usaha yang dilakukan gas.
    Proses isotermik adalah perubahan keadaan gas pada suhu tetap.
    Persamaan keadaan isotermik:  p_2 \times V_2= p_1 \times V_1
    Usaha yang dilakukan pada keadaan isotermik:
    • Dari persamaan gas ideal
     p= \frac {n \times R \times T}{V}
    • Rumus umum usaha yang dilakukan gas:
     W = \int_{v_1}^{v_2} p dV
    maka:  W = \int_{v_1}^{v_2} \frac {n \times R \times T}{V} dV
    karena  n \times R \times T bernilai tetap, maka:
     W = {n \times R \times T} \int_{v_1}^{v_2} \frac {dV}{V}

    Ingat integral ini!
     \int \frac {dx}{x} = \ln x
    maka persamaan di atas menjadi
     W = n \times R \times T \times[\ln V_2 - \ln V_1]
    maka menjadi:
     W = n \times R \times T \times \ln (\frac {V_2}{V_1})

    [sunting]Proses adiabatik


    Proses adiabatik. Warna biru muda menunjukkan besarnya usaha yang dilakukan.
    Proses adiabatik adalah perubahan keadaan gas dimana tidak ada kalor yang masuk maupun keluar dari sistem.
    Persamaan keadaan adiabatik:  p_1 \times V_1^{\gamma} =  p_2 \times V_2^{\gamma}
    Tetapan Laplace:  \gamma = \frac {C_p}{C_V}
    karena  p= \frac {n \times R \times T}{V} , maka persamaan diatas dapat juga ditulis:
     T_1 \times V_1^{\gamma-1} =  T_2 \times V_2^{\gamma-1}
    Usaha yang dilakukan pada proses adiabatik:  W = \frac {1}{\gamma-1} (p_1 \times V_1 - p_2 \times V_2)


    TEORI KINETIK GAS

    Mol dan massa molekul

    1 mol= 6,022 x 1023 molekul
    6,022 x 1023 juga disebut dengan bilangan avogadro (NA).
    Massa sebuah atom/molekul:  m_{0} = \frac {M} {N_{A}}
    Hubungan antara massa dengan mol:  m= n \times M  atau  n= \frac {m} {M}
    Keterangan:
    • n: jumlah mol
    • M: Massa relatif atom/molekul
    • m: massa zat (kg)

    [sunting]Persamaan keadaan gas ideal

    [sunting]Hukum Boyle

    Tekanan gas akan berbanding terbalik dengan volumenya pada ruangan tertutup.
     p_{1} \times V_{1} = p_{2} \times V_{2}

    [sunting]Hukum Charles Gay-Lussac

    Volume benda akan berbanding lurus dengan suhu mutlaknya pada ruangan tertutup.
     \frac {V_{1}} {T_{1}} = \frac {V_{2}} {T_{2}}
    Dari kedua hukum diatas, maka:
     \frac {p_{1}\times V_{1}} {T_{1}} = \frac {p_{2}\times V_{2} } {T_{2}}  atau disebut dengan Hukum Boyle-Gay Lussac.

    [sunting]Persamaan gas ideal

     p \times V = n \times R \times T
    Keterangan:
    • p: tekanan
    • v: volume ruang
    • n: jumlah mol gas
    • R: tetapan umum gas
    • T: suhu (Kelvin)
    Perhatikan satuan:
    • R= 8314 J/kmol K apabila tekanan dalam Pa atau N/m2, volume dalam m3, dan jumlah mol dalam kmol
    • R= 0,082 L atm/mol K apabila tekanan dalam atm, volume dalam liter, dan jumlah mol dalam mol

    [sunting]Turunan dari persamaan gas ideal

    Karena  n= \frac {m} {M}  maka dapat dituliskan:
     p \times V = n \times R \times T \Leftrightarrow p \times V = \frac {m} {M} \times R \times T
     \rho = \frac {m}{V} = \frac {p\times M} {R \times T}

    Karena  n = \frac {N} {N_{A}} , maka akan didapat persamaan:
     p \times V = \frac {N} {N_{A}} \times R \times T  (dari rumus P V = n R T)
     p \times V = N \times \frac {R} {N_{A}} \times T
     \frac {R} {N_{A}} = k , maka:
     p \times V = N \times k \times T
    k disebut dengan tetapan Boltzmann, yang nilainya adalah:
     k = \frac {R} {N_{A}} = \frac {8314 J/kmol K} {6,022 \times 10^{23} partikel} = 1,38 \times 10^{-23} J/K

    MEKANIKA FLUIDA

    Tekanan

     p = \frac {F} {A}
    Keterangan:
    • p: Tekanan (N/m² atau dn/cm²)
    • F: Gaya (N atau dn)
    • A: Luas alas/penampang (m² atau cm²)
    Satuan:
    • 1 Pa = 1 N/m² = 10-5 bar = 0,99 x 10-5 atm = 0,752 x 10-2 mmHg atau torr = 0,145 x 10-3 lb/in² (psi)
    • 1 torr= 1 mmHg

    [sunting]Tekanan hidrostatis

    p_{\text{h}} = \rho\,\! \times g \times h
    p_{\text{h}} = h \times h
    Keterangan:
    • ph: Tekanan hidrostatis (N/m² atau dn/cm²)
    • h: jarak ke permukaan zat cair (m atau cm)
    • s: berat jenis zat cair (N/m³ atau dn/cm³)
    • ρ: massa jenis zat cair (kg/m³ atau g/cm³)
    • g: gravitasi (m/s² atau cm/s²)

    [sunting]Tekanan mutlak dan tekanan gauge

    Tekanan gauge: selisih antara tekanan yang tidak diketahui dengan tekanan udara luar.
    Tekanan mutlak = tekanan gauge + tekanan atmosfer
    p = p_{\text{gauge}} + p_{\text{atm}}

    [sunting]Tekanan mutlak pada kedalaman zat cair

    p_{\text{h}} = p_{\text{0}} + \rho\,\! \times g \times h
    Keterangan:
    • p0: tekanan udara luar (1 atm = 76 cmHg = 1,01 x 105 Pa)

    [sunting]Hukum Pascal

    Tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup akan diteruskan sama besar ke segala arah.
     \frac {F_{\text{2}}} {A_{\text{2}}} = \frac {F_{\text{1}}} {A_{\text{1}}}
    Keterangan:
    • F1: Gaya tekan pada pengisap 1
    • F2: Gaya tekan pada pengisap 2
    • A1: Luas penampang pada pengisap 1
    • A2: Luas penampang pada pengisap 2
    Jika yang diketahui adalah besar diameternya, maka:  {F_{\text{2}}} = (\frac {D_{2}} {D_{1}})^2 \times F_{1}

    [sunting]Gaya apung (Hukum Archimedes)

    Gaya apung adalah selisih antara berat benda di udara dengan berat benda dalam zat cair.
     F_{a} = M_{f} \times g
     F_{a} = \rho_{f} \times V_{bf} \times g
    Keterangan:
    • Fa: gaya apung
    • Mf: massa zat cair yang dipindahkan oleh benda
    • g: gravitasi bumi
    • ρf: massa jenis zat cair
    • Vbf: volume benda yang tercelup dalam zat cair

    [sunting]Mengapung, tenggelam, dan melayang

    Syarat benda mengapung:  \rho_b campuran <\rho_f
    Syarat benda melayang:  \rho_b campuran =\rho_f
    Syarat benda tenggelam:  \rho_b campuran >\rho_f

    Kamis, 26 April 2012

    IMPULS dan MOMENTUM

    Momentum

     p = m \times v
     \vartriangle p = m \vartriangle v  = mv_{1} - mv_{0}
    Keterangan:
    • p = momentum (kg m/s)
    • m = massa benda (kg)
    • v = kecepatan benda (m/s)

    [sunting]Impuls

    Impuls merupakan perubahan momentum.
     I = \vartriangle p = F \vartriangle t = \int F dt
    Keterangan:
    • I = impuls
    •  \vartriangle p  = perubahan momentum (kg m/s)
    •  \vartriangle t  = perubahan selang waktu (s)
    • F = gaya (Newton)


    GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI

    Periode dan Frekuensi Getaran

    [sunting]Periode Getaran

    T=\frac{t}{n}

    Dengan ketentuan:
    • \!T = Periode (sekon)
    • \!t = Waktu (sekon)
    • \!n = Jumlah getaran

    [sunting]Frekuensi Getaran

    \!f=\frac{n}{t}

    Dengan ketentuan:
    • \!f = Frekuensi (Hz)
    • \!n = Jumlah getaran
    • \!t = Waktu (sekon)

    [sunting]Periode Getaran

    \!T=\frac{1}{f}

    Dengan ketentuan:
    • \!T = periode getaran (sekon)
    • \!f = frekuensi(Hz)

    [sunting]Hubungan antara Periode dan Frekuensi Getaran

    Besar periode berbanding terbalik dengan frekuensi.
    • \!T=\frac{1}{f}
    • \!f=\frac{1}{T}
    Dengan ketentuan:
    • \!T = periode (sekon)
    • \!f = frekuensi (Hz)

    [sunting]Gelombang

    [sunting]Gelombang berjalan

    Persamaan gelombang:
    y = A \sin 2\pi (ft \pm \frac {x} {\lambda})
    Keterangan:
    • A: amplitudo (m)
    • f: frekuensi (Hz)
    •  \lambda : panjang gelombang (m)

    USAHA

    Subbab ini akan menjelaskan tentang usaha.
     W = F \times S
     W = \int F dx = \int m v {\operatorname{d}v\over\operatorname{d}x} = \int m v dv
    Keterangan:
    • W = usaha (newton meter atau Joule)
    • F = gaya (newton)
    • S = jarak (meter)
    Usaha yang dilakukan oleh pegas:
     W = \frac {1}{2} \times k \times x^2
    Keterangan:
    • W = usaha (newton meter atau Joule)
    • k = konstanta pegas (Newton/m2)
    • x = pertambahan panjang pegas (meter)

    TEKANAN

    Gaya

    Gaya dalam pengertian ilmu fisika adalah seseatu yang menyebabkan perubahan keadaan benda.

    [sunting]Hukum Newton

    [sunting]Hukum I Newton

    Setiap benda akan tetap diam atau bergerak lurus beraturan apabila pada benda itu tidak bekerja gaya.
     \Sigma F = 0

    [sunting]Hukum II Newton

    Bila sebuah benda mengalami gaya sebesar F maka benda tersebut akan mengalami percepatan.
     \Sigma F = m \times a
    Keterangan:
    • F : gaya (N atau dn)
    • m : massa (kg atau g)
    • a : percepatan (m/s2 atau cm/s2)

    [sunting]Hukum III Newton

    Untuk setiap gaya aksi, akan selalu terdapat gaya reaksi yang sama besar dan berlawanan arah.
     F_{AB} = - F_{BA}

    [sunting]Gaya gesek

     F_{g} = \mu \times N
    Keterangan:
    • Fg : Gaya gesek (N)
    •  \mu  : koefisien gesekan
    • N : gaya normal (N)

    [sunting]Gaya berat

     w = m \times g
    Keterangan:
    • W : Gaya berat (N)
    • m : massa benda (kg)
    • g : gravitasi bumi (m/s2)

    [sunting]Berat jenis

     s = \rho \times g  atau  s = \frac {w} {V}
    Keterangan:
    • s: berat jenis (N/m3)
    • w: berat benda (N)
    • V: Volume benda (m3)
    •  \rho : massa jenis (kg/m3)

    [sunting]Tekanan

     p = \frac {F} {A}
    Keterangan:
    • p: Tekanan (N/m² atau dn/cm²)
    • F: Gaya (N atau dn)
    • A: Luas alas/penampang (m² atau cm²)
    Satuan:
    • 1 Pa = 1 N/m² = 10-5 bar = 0,99 x 10-5 atm = 0,752 x 10-2 mmHg atau torr = 0,145 x 10-3 lb/in² (psi)
    • 1 torr= 1 mmHg

    [sunting]Tekanan hidrostatis

    p_{\text{h}} = \rho\,\! \times g \times h
    p_{\text{h}} = h \times s
    Keterangan:
    • ph: Tekanan hidrostatis (N/m² atau dn/cm²)
    • h: jarak ke permukaan zat cair (m atau cm)
    • s: berat jenis zat cair (N/m³ atau dn/cm³)
    • ρ: massa jenis zat cair (kg/m³ atau g/cm³)
    • g: gravitasi (m/s² atau cm/s²)

    [sunting]Hukum Pascal

    Tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup akan diteruskan sama besar ke segala arah.
     \frac {F_{\text{2}}} {A_{\text{2}}} = \frac {F_{\text{1}}} {A_{\text{1}}}
    Keterangan:
    • F1: Gaya tekan pada pengisap 1
    • F2: Gaya tekan pada pengisap 2
    • A1: Luas penampang pada pengisap 1
    • A2: Luas penampang pada pengisap 2

    [sunting]Hukum Boyle

     {V_{\text{1}}} \times {P_{\text{1}}} = {P_{\text{2}}} \times {V_{\text{2}}}

    ENERGI

    Energi mekanik

    Energi mekanik adalah jumlah dari energi potensial dan energi kinetik.
     E_m = E_p + E_k

    [sunting]Energi potensial

    Energi potensial adalah energi yang dimiliki suatu benda karena memiliki ketinggian tertentu dari tanah. Energi potensial ada karena adanya gravitasi bumi. Dapat dirumuskan sebagai:
     E_p = m \times g \times h
    Keterangan:
    • Ep: Energi potensial (J)
    • m: massa benda (kg)
    • g: percepatan gravitasi (m/s2)
    • h: tinggi benda dari permukaan tanah (meter)

    [sunting]Energi kinetik

    Energi kinetik adalah energi yang dimiliki suatu benda karena geraknya. Energi kinetik dipengaruhi oleh massa benda dan kecepatannya.
    E_k = \frac{1}{2} \times m \times v^2
    Keterangan:
    • Ek: Energi kinetik (J)
    • m : massa benda (kg)
    • v : kecepatan benda (m/s)

    [sunting]Energi kinetik pegas

    E_k = \frac{1}{2} \times k \times x^2
    Keterangan:
    • Ek: Energi kinetik pegas (J)
    • k : konstanta pegas (N/m²)
    • x : perpanjangan pegas (m)

    [sunting]Energi kinetik relativistik

    E_k = (\gamma-1) E_0 = (\gamma-1) m_0c^2

    PEMUAIAN

    Muai panjang

    Rumus:
    \!L_{t}=\!L_{0}(\!1+\alpha\times\Delta t)
    • \!L_{t} = panjang akhir (m, cm)
    • \!L_{0} = panjang awal (m, cm)
    • \alpha = koefisien muai panjang (/°C)
    • \Delta t = perbedaan suhu (°C)

    [sunting]Muai volume

    Rumus:
    \!V_{t}=\!V_{0}(\!1+\gamma\times\Delta\!t)
    Keterangan:
    • \!V_{t} = volume akhir (m3, cm3)
    • \!V_{0} = volume awal (m3, cm3)
    • \gamma = \!3\alpha = koefisien muai volume (/°C)
    • \Delta t = selisih suhu (°C)

    [sunting]Muai luas

    Rumus:
    \!A_{t}=\!A_{0}(\!1+\beta\times\Delta t)
    Keterangan:
    • \!A_{t} = luas akhir (m2, cm2)
    • \!A_{0} = luas awal (m2, cm2)
    • \beta = \!2\alpha = koefisien muai luas (/°C)
    • \Delta t = selisih suhu (°C)


    Kamis, 26 April 2012

    MASSA JENIS

    MASSA JENIS / KERAPATAN JENIS

    ρ = m / v
    Keterangan :
    • ρ = Massa jenis (kg/m3) atau (g/cm3)
    • m = massa (kg atau gram)
    • v = volume (m3 atau cm3)


    KUMPULAN RUMUS FISIKA


    Gerak lurus beraturan

    Rumus:
    \!v=\frac{s}{t}
    Dengan ketentuan:
    • \!s = Jarak yang ditempuh (m, km)
    • \!v = Kecepatan (km/jam, m/s)
    • \!t = Waktu tempuh (jam, sekon)
    Catatan:
    1. Untuk mencari jarak yang ditempuh, rumusnya adalah \!s=\!v\times\!t.
    2. Untuk mencari waktu tempuh, rumusnya adalah \!t=\frac{s}{v}.
    3. Untuk mencari kecepatan, rumusnya adalah \!v=\frac{s}{t}.

    [sunting]Kecepatan rata-rata

    Rumus:
    \!v=\frac{s_{total}}{t_{total}} = \frac {V_{1} \times t_{1} + V_{2} \times t_{2} + ... + V_{n} \times t_{n}} {t_{1} + t_{2} + ... + t_{n}}

    [sunting]Gerak lurus berubah beraturan

    Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak yang lintasannya berupa garis lurus dengan kecepatannya yang berubah beraturan.
    Percepatannya bernilai konstan/tetap.
    Rumus GLBB ada 3, yaitu:
    • \!v_{t}=\!v_{0}+\!a\times\!t

    • \!s=\!v_{0}\times\!t+\frac{1}{2}\times\!a\times\!t^2

    • \!v_{t}^2=\!v_{0}^2+\!2\times\!a\times\!s
    Dengan ketentuan:
    • \!v_{0} = Kecepatan awal (m/s)
    • \!v_{t} = Kecepatan akhir (m/s)
    • \!a = Percepatan (m/s2)
    • \!s = Jarak yang ditempuh (m)

    [sunting]Gerak vertikal ke atas

    Benda dilemparkan secara vertikal, tegak lurus terhadap bidang horizontal ke atas dengan kecepatan awal tertentu. Arah gerak benda dan arah percepatan gravitasi berlawanan, gerak lurus berubah beraturan diperlambat.
    Peluru akan mencapai titik tertinggi apabila Vt sama dengan nol.
    t_{\text{maks}}= \frac {Vo} {g}
    h= \frac {Vo^2} {2g}
    t= {2} \times {t_{\text{maks}}}
    {V_{\text{t}}^2}= V_{\text{0}}^2 - 2 \times{g} \times{h}
    Keterangan:
    • Kecepatan awal= Vo
    • Kecepatan benda di suatu ketinggian tertentu= Vt
    • Percepatan /Gravitasi bumi: g
    • Tinggi maksimum: h
    • Waktu benda mencapai titik tertinggi: t maks
    • Waktu ketika benda kembali ke tanah: t

    [sunting]Gerak jatuh bebas

    Benda dikatakan jatuh bebas apabila benda:
    • Memiliki ketinggian tertentu (h) dari atas tanah.
    • Benda tersebut dijatuhkan tegak lurus bidang horizontal tanpa kecepatan awal.
    Selama bergerak ke bawah, benda dipengaruhi oleh percepatan gravitasi bumi (g) dan arah kecepatan/gerak benda searah, merupakan gerak lurus berubah beraturan dipercepat.
    v= \sqrt{2gh}
    t= \sqrt{2h/g}
    Keterangan:
    • v = kecepatan di permukaan tanah
    • g = gravitasi bumi
    • h = tinggi dari permukaan tanah
    • t = lama benda sampai di tanah

    [sunting]Gerak vertikal ke bawah

    Benda dilemparkan tegak lurus bidang horizontal arahnya ke bawah.
    Arah percepatan gravitasi dan arah gerak benda searah, merupakan gerak lurus berubah beraturan dipercepat.
    Vt= {Vo} + g \times t
    Vt^2= {Vo^2} + 2 \times g \times h
    Keterangan:
    • Vo = kecepatan awal
    • Vt = kecepatan pada ketinggian tertentu dari tanah
    • g = gravitasi bumi
    • h = tinggi dari permukaan tanah
    • t = waktu

    [sunting]Gerak melingkar

    Gerak dengan lintasan berupa lingkaran.
    Circular motion diagram.png
    Dari diagram di atas, diketahui benda bergerak sejauh ω° selama  t  sekon, maka benda dikatakan melakukan perpindahan sudut.
    Benda melalukan 1 putaran penuh. Besar perpindahan linear adalah  2 \pi r  atau keliling lingkaran. Besar perpindahan sudut dalam 1 putaran penuh adalah  2 \pi  radian atau 360°.
     2 \pi rad = 360^\circ
     1 rad = \frac {360^\circ} {2 \pi} = \frac {180^\circ} {\pi} = 57,3^\circ

    [sunting]Perpindahan sudut, kecepatan sudut, dan percepatan sudut

    Perpindahan sudut adalah posisi sudut benda yang bergerak secara melingkar dalam selang waktu tertentu.
     \theta = \omega \times t
    Keterangan:
    •  \theta  = perpindahan sudut (rad)
    •  \omega  = kecepatan sudut (rad/s)
    • t = waktu (sekon)
    Kecepatan sudut rata-rata ( \overline{\omega} ): perpindahan sudut per selang waktu.
     \overline{\omega} = \frac {\vartriangle\theta} {\vartriangle t} = \frac {\theta_{2} - \theta_{1}} {t_{2} - t_{1}}
    Percepatan sudut rata-rata ( \alpha ): perubahan kecepatan sudut per selang waktu.
     \alpha = \frac {\vartriangle\omega} {\vartriangle t} = \frac {\omega_{2} - \omega_{1}} {t_{2} - t_{1}}
     \alpha  : Percepatan sudut (rad/s2)

    [sunting]Percepatan sentripetal

    Arah percepatan sentripetal selalu menuju ke pusat lingkaran.
    Percepatan sentripetal tidak menambah kecepatan, melainkan hanya untuk mempertahankan benda agar tetap bergerak melingkar.
     A_{s} = \frac {v^2} {r} = \omega^2 r
    Keterangan:
    • r : jari-jari benda/lingkaran
    • As: percepatan sentripetal (rad/s2)

    [sunting]Gerak parabola

    Gerak parabola adalah gerak yang membentuk sudut tertentu terhadap bidang horizontal. Pada gerak parabola, gesekan diabaikan, dan gaya yang bekerja hanya gaya berat/percepatan gravitasi.
    Gerak parabola.png
    Pada titik awal,
    Vo_{x} = Vo \times \cos \alpha
    Vo_{y} = Vo \times \sin \alpha
    Pada titik A (t = ta):
    Va_{x} = Vo_{x} = Vo \times \cos \alpha
    Va_{y} = Vo_{y} - g \times t_{a}
    Letak/posisi di A:
    X_{a} = Vo_{x} = Vo \times t_{a}
    Y_{a} = Vo_{y} \times t_{a} - 1/2 g {t_{a}^2}
    Titik tertinggi yang bisa dicapai (B):
    h_{max} = \frac {{(Vo\times\sin\alpha})^2} {2g} = \frac {{(Vo^2\times\sin^2\alpha})} {2g}
    Waktu untuk sampai di titik tertinggi (B) (tb):
     V_{y}=0
     V_{y}= Vo_{y} - g t
     0= Vo \sin \alpha - g t
    t_{b} = \frac {{(Vo\times\sin\alpha})} {g} = \frac {Vo_{y}} {g}
    Jarak mendatar/horizontal dari titik awal sampai titik B (Xb):
    X_{b} = Vo_{x} \times t_{b}
    X_{b} = Vo \cos \alpha \times (\frac {{(Vo\times\sin\alpha})} {g})
    X_{b} = \frac {{Vo^2} \times \sin 2\alpha} {2g}
    Jarak vertikal dari titik awal ke titik B (Yb):
    Y_{b} = \frac {Vo_{y}^2} {2g}
    Y_{b} = \frac {{Vo^2} \times \sin^2 \alpha} {2g}
    Waktu untuk sampai di titik C:
    t_{total} = \frac {{(2 Vo\times\sin\alpha})} {g} = \frac {2 Vo_{y}} {g}
    Jarak dari awal bola bergerak sampai titik C:
    X_{maks} = Vo{x} \times t_{total}
    X_{maks} = Vo \times \cos \alpha \times \frac {{(2 Vo\times\sin\alpha})} {g}
    X_{maks} = \frac {{Vo^2} \times \sin 2\alpha} {g}

0 komentar:

Posting Komentar